Artikel
DEAD HORSE THEORY

DEAD HORSE THEORY
Bagaimana Kenyataan itu Harus diakui Bukan dimanipulasi.
Cara-cara untuk menguasai Seni Disiplin Diri by Tjan Sie Tek

Cara-cara untuk menguasai Seni Disiplin Diri by Tjan Sie Tek
Memperkuat disiplin diri sangat penting untuk mencapai ambisi Anda dan memaksimalkan potensi Anda. Namun, menguasai seni pengendalian diri dan usaha yang terfokus membutuhkan komitmen. Dengan menerapkan kebiasaan kecil dan rutinitas positif yang berpusat pada prioritas utama Anda, Anda dapat menguatkan otot kendali diri Anda dari waktu ke waktu. Menghilangkan distraksi, merayakan keberhasilan kecil, tekun mengatasi kegagalan, dan mengelilingi diri Anda dengan orang-orang yang mendukung anda akan memperkuat tekad -strategiAnda. Dengan latihan yang konsisten, penguasaan diri memungkinkan Anda mengatasi penunda-nundaan, meningkatkan produktivitas, dan mencapai tujuan jangka panjang. Panduan ini akan memberikan strategi-strategi yang dapat dilaksanakan untuk menghasilkan disiplin diri yang kokoh menuju sukses. Dengan menerapkan nasihat-nasihat ini, Anda dapat belajar mengarahkan tindakan Anda dan menjalani hidup dengan tujuan tertentu. Terus baca artikel ini untuk menguasai seni disiplin diri dan mengerek pencapaian hidup Anda ke tingkat berikutnya.
START WITH WHY — SIMON SINEK

START WITH WHY — SIMON SINEK
"The Golden Circle” adalah konsep yang diperkenalkan oleh Simon Sinek, seorang penulis dan pemikir di bidang kepemimpinan dan motivasi. Konsep ini diuraikan dalam bukunya yang berjudul Start With Why dan juga dalam presentasinya yang populer di TED Talk.
MENGAPA ORANG BAIK BERBUAT TIDAK BAIK by. Dr Dharma K Widya

MENGAPA ORANG BAIK BERBUAT TIDAK BAIK by. Dr Dharma K Widya
Secara sederhana, yang dikatakan orang baik itu bermakna tidak berbuat jahat dan banyak berbuat baik. Tidak berbuat jahat dapat diartikan tidak melanggar etika moral seperti tidak membunuh, tidak mencuri, tidak melakukan hubungan seks terlarang, tidak berbohong dan tidak mengonsumsi zat-zat yang merendahkan kesadaran dan menimbulkan ketagihan. Berbuat baik dapat dimaknai seperti suka berdana, suka bermeditasi, suka berbuat kebajikan demi kepentingan orang banyak, menghormat dan rendah hati, mengikuti ajaran agama dan sebagainya. Walaupun sudah merasa menjadi ‘orang baik’, seseorang tetaplah harus berhati-hati karena ada kemungkinan timbulnya ‘byapada’ atau keinginan buruk. Bahkan dalam diri seorang yang sudah mencapai kesucian tingkat pertama yaitu Sotapanna, masih terdapat byapada. Byapada akan dilemahkan bila sudah tercapai tingkat Sakadagami dan baru lenyap setelah mencapai tingkat Anagami.